Wisuda dan Angkat Sumpah IKTJ 2025: Melahirkan Generasi Profesional, Inovatif, dan Berdaya Saing Global

Jakarta, 30 September 2025 – Suasana Gedung Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Selasa pagi terasa penuh haru dan kebanggaan. Institut Kesehatan dan Teknologi Pondok Karya Pembangunan (IKTJ) DKI Jakarta menyelenggarakan Wisuda dan Angkat Sumpah ke-16, dengan meluluskan 138 mahasiswa dari berbagai program studi.

Acara dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan kedatangan para tamu undangan, orang tua, serta para wisudawan yang memasuki ruangan dengan penuh khidmat. Prosesi berlangsung dengan tata acara yang tertib: pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, persembahan lagu Mars PKP DKI Jakarta, hingga masuknya Senat Akademik diiringi alunan “Guideamus Ignitur”. Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengheningkan cipta, prosesi resmi dimulai.

Kegiatan prosesi resmi diawali dengan pembukaan Sidang Akademik oleh Ketua Senat Prof. dr. Purnawan Junadi, MPH, Ph. D, dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Senat Akademik, Rektor IKTJ, Ketua Pembina Yayasan yang diwakilkan oleh Bpk. Drs. H. Yusuf Djamal dan Perwakilan dari LLDIKTI Wilayah III Bpk Wiji Murdoko, S. Kom.  Rektor IKTJ Prof. Dr. Dwi Susanna, dra, M.S. menyampaikan rasa syukur atas kelulusan angkatan ke-16 ini. Beliau menekankan bahwa IKTJ merupakan transformasi dari STIKES Jayakarta yang berdiri sejak 2006, dan kini telah memiliki enam program studi yang mencakup bidang kesehatan dan teknologi.

“Di tengah berbagai tantangan global seperti perubahan iklim dan disrupsi teknologi, para lulusan IKTJ harus memiliki kemampuan adaptif, berpikir kritis, serta kesadaran menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Dunia kerja menuntut bukan hanya kompetensi akademik, tetapi juga inovasi dan integritas,” tegas Rektor.

Rektor juga menyoroti prestasi dosen dan mahasiswa yang memperoleh hibah penelitian dari Kemdikbudristek, publikasi internasional, serta berbagai beasiswa. Kondisi tersebut menjadi bukti bahwa IKTJ mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Perawat, tenaga K3, manajemen informasi kesehatan, hingga ahli teknik lingkungan—semua lulusan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Semoga ke depan, Anda menjadi agen perubahan yang membawa solusi kreatif dan inovatif bagi bangsa,” tambahnya.

Acara wisuda ini juga menghadirkan orasi ilmiah dari perwakilan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Dra. Indira Kartini Sofwan. Dalam pidatonya, ia mengangkat tema “BRICS dan Peluang Komoditi Halal”, menekankan besarnya potensi pasar halal dunia yang diprediksi mencapai lebih dari USD 7 triliun pada 2030.

“Halal kini bukan sekadar makanan, tapi juga kosmetik, farmasi, fashion, hingga pariwisata. Lulusan IKTJ memiliki peluang besar untuk mengambil peran, baik melalui inovasi produk farmasi halal, teknologi digital traceability, hingga riset pangan halal yang kompetitif,” ujarnya.

Ia memberikan tiga pesan penting bagi wisudawan: jangan hanya menjadi konsumen tetapi produsen, bangun jejaring global, serta pegang teguh etika dan integritas. Menurutnya, Indonesia berpotensi besar menjadi pusat industri halal dunia, bahkan mampu menembus pasar BRICS yang saat ini tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru.

Setelah rangkaian sambutan, acara berlanjut dengan prosesi inti yaitu penyerahan salinan ijazah oleh Rektor bersama para Dekan. Sebanyak 138 wisudawan menerima penghargaan atas jerih payah mereka menuntaskan pendidikan.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan janji wisudawan dan pengambilan sumpah profesi. Para lulusan keperawatan mengucapkan sumpah Ners di bawah naungan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), sementara lulusan rekam medis mengucapkan sumpah profesi di bawah organisasi PORMIKI. Prosesi pengukuhan sumpah dipimpin oleh rohaniawan, diikuti penandatanganan serta penyerahan pin dan buku kode etik profesi.

Momen ini menjadi simbol kesiapan para lulusan untuk mengabdikan diri secara profesional, menjunjung tinggi etika, dan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dalam kesempatan ini, IKTJ juga memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik dan dedikasi selama menempuh studi. Perwakilan wisudawan turut menyampaikan kesan dan pesan penuh rasa haru, sekaligus memberikan kenang-kenangan kepada kampus tercinta.

Acara semakin semarak dengan persembahan paduan suara yang membawakan lagu Mars IKTJ, Hymne IKTJ, hingga medley lagu Nusantara. Wisudawan juga menampilkan persembahan seni yang menggambarkan rasa syukur dan semangat untuk terus berkarya.

Wisuda ke-16 IKTJ ini bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi juga momentum bersejarah yang menandai kesiapan para lulusan menghadapi dunia kerja. Dukungan dari yayasan, LLDIKTI, organisasi profesi, hingga dunia usaha menunjukkan sinergi yang kuat untuk mencetak generasi unggul di bidang kesehatan, teknologi, dan lingkungan.

Dengan tema besar kolaborasi dan inovasi, IKTJ berharap seluruh lulusan dapat menjadi pionir perubahan. Baik melalui profesi di layanan kesehatan, riset, industri halal, hingga pengelolaan lingkungan berkelanjutan, seluruh alumni diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan dunia.

“Wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas. Semoga ilmu dan semangat juang Anda menjadi cahaya bagi masyarakat, serta mengantarkan Indonesia menjadi pemimpin di kancah global,” tutup Rektor.