Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Institut Kesehatan dan Teknologi PKP Jakarta Dapat Edukasi Budidaya Maggot dan Eco-Enzyme
Jakarta – Komitmen untuk mencetak generasi muda yang inovatif dan peka terhadap isu lingkungan kembali ditunjukkan oleh Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup (Pusat PGLH) Kementerian Lingkungan Hidup. Pada Kamis, 20 November 2025, Pusat PGLH KLHK bersama Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Institut Kesehatan dan Teknologi Pondok Karya Pembangunan (PKP) DKI Jakarta sukses melaksanakan kegiatan bimbingan teknis di Bidang Pengolahan Sampah (BPS) SIDARLING RW 012, Duren Sawit.

Mengusung semangat peduli lingkungan, kegiatan ini secara khusus memberikan edukasi terkait budidaya maggot (Black Soldier Fly/BSF) dan pembuatan eco-enzyme sebagai solusi percepatan penguraian sampah organik di kawasan urban. Para mahasiswa antusias mengikuti pelatihan langsung, mulai dari teknik pembiakan maggot hingga proses fermentasi eco-enzyme, yang diyakini mampu memperkuat praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Kegiatan ini semakin berwarna dengan kehadiran tokoh-tokoh penting, antara lain Ibu Santi selaku Lurah Duren Sawit, Plt. Kepala Pusat PGLH KLHK, Kasatpel Lingkungan Hidup Kecamatan Duren Sawit, BIMASPOL Kelurahan Duren Sawit, Ketua RW 012, serta Dekan Fakultas Sains dan Teknologi IKTJ, Dr. Faisal M. Jasin, ST., M.Si. Sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, instansi pusat, dan kampus menjadi modal kokoh guna memperluas edukasi lingkungan hidup di tingkat akar rumput.
Atas nama Fakultas Sains dan Teknologi Institut Kesehatan dan Teknologi PKP DKI Jakarta, kami menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Ibu Lurah Santi beserta semua jajaran, serta seluruh pegawai Pusat PGLH KLHK Jakarta atas dukungan, dedikasi, dan kolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Semoga inisiatif sederhana ini menjadi inspirasi bagi terbentuknya masyarakat yang makin peduli, aktif, serta berdaya dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan lestari.
Kegiatan bimbingan teknis ini diharapkan dapat memperluas pengetahuan dan keterampilan mahasiswa, sekaligus memperkuat jaringan aksi lingkungan antara kampus, masyarakat, dan pemerintah. Bersama, kita bisa menjadi agen perubahan menuju Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan.