Jakarta – Sejumlah wilayah di Pulau Sumatera dilanda rangkaian bencana hidrometeorologi sepanjang Desember 2025. Banjir dan tanah longsor menjadi kejadian paling dominan akibat curah hujan tinggi yang berlangsung sejak akhir November. Kondisi tersebut menyebabkan meluapnya sungai, merendam permukiman warga, serta memicu longsor di wilayah perbukitan, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menanggapi situasi tersebut, Institut Kesehatan dan Teknologi Jakarta (IKTJ) menunjukkan kepeduliannya dengan mengirimkan Tim Relawan Kesehatan yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan. Sejak diberangkatkan pada 3 Desember 2025 hingga berita ini diterbitkan, para relawan IKTJ telah memberikan layanan kesehatan dan penanganan medis kepada lebih dari 1.000 warga terdampak, termasuk korban yang mengalami cedera, gangguan kesehatan akibat banjir, serta kondisi darurat lainnya di lokasi bencana.
Di tengah upaya evakuasi dan penanganan darurat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa potensi hujan lebat masih dapat terjadi hingga pertengahan Desember. Oleh karena itu, risiko banjir dan longsor susulan di wilayah terdampak masih perlu diwaspadai oleh seluruh pihak.

Selain pengiriman tenaga kesehatan, IKTJ juga mengerahkan Aliansi Lembaga Kemahasiswaan, yang terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), E-MCT, Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan, dan Himpunan Mahasiswa K3. Setelah melaksanakan rangkaian kegiatan penggalangan dana peduli bencana Sumatera, para mahasiswa ditugaskan langsung oleh kampus untuk turun ke lokasi bencana pada 11 Desember 2025, guna menambah jumlah relawan serta menyalurkan bantuan dan donasi yang telah terkumpul kepada masyarakat terdampak.
Pimpinan IKTJ dalam keterangannya menyampaikan bahwa tugas kemanusiaan merupakan bagian dari komitmen dan kepedulian civitas akademika IKTJ terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Ia menegaskan bahwa kehadiran dosen dan mahasiswa di lokasi bencana tidak hanya membawa bantuan medis dan logistik, tetapi juga menjadi wujud nyata pengabdian kepada masyarakat.


Namun demikian, pimpinan IKTJ juga berpesan agar seluruh dosen dan mahasiswa yang ditugaskan senantiasa menjaga keselamatan diri dan kesehatan selama bertugas, serta mematuhi prosedur dan arahan di lapangan. Hal tersebut dinilai penting agar para relawan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, aman, dan berkelanjutan bagi para korban bencana.
Sementara itu, pemerintah pusat dan daerah terus mengoordinasikan penyaluran bantuan logistik, layanan kesehatan, serta upaya pemulihan infrastruktur dasar di wilayah terdampak bencana. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BNPB, serta menghindari aktivitas di kawasan rawan bencana selama kondisi cuaca ekstrem masih terus terjadi, dan kita semua berdoa untuk semua masyarakat agar tetap kuat dan tabah melalui musibah bencana alam dan dapat pulih kembali kedepannya.