Kegiatan Placement Test Baca Al-Qur’an

Kegiatan Placement Test Baca Al-Qur’an

sebagai Dasar Pembinaan Tahfidz Tahun Ajaran 2024–2025

 

Institut Kesehatan dan Teknologi Pondok Karya Pembangunan DKI Jakarta (IKTJ) menyelenggarakan placement test baca Al-Qur’an bagi mahasiswa baru beragama Islam sebagai dasar pemetaan kebutuhan pembinaan keagamaan, termasuk persiapan mengikuti pembinaan tahfidz. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi kemampuan awal mahasiswa dalam membaca Al-Qur’an serta mendukung pembentukan karakter Islami dan penguatan spiritualitas di lingkungan kampus. Pelaksanaan kegiatan berada di bawah tanggung jawab Ibu Rizqiyani, dengan melibatkan panitia Penerimaan Mahasiswa Baru, dosen Pendidikan Agama Islam, dan pembina tahsin. Hasil tes digunakan untuk menentukan kebutuhan pendampingan mahasiswa, bukan sebagai dasar penentuan kelulusan penerimaan mahasiswa baru.

Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka di kampus IKTJ pada 21–23 Agustus 2025 dan diikuti oleh 65 mahasiswa baru, terdiri atas 23 mahasiswa laki-laki dan 42 mahasiswa perempuan. Pelaksanaan dibagi secara bertahap, dengan hari pertama diperuntukkan bagi peserta perempuan, hari kedua bagi peserta laki-laki dan sebagian peserta perempuan, serta hari ketiga untuk peserta susulan dan validasi hasil penilaian. Setiap peserta mengikuti asesmen secara individual dengan membaca potongan ayat Al-Qur’an yang ditentukan oleh penguji. Penilaian menggunakan instrumen terstandar yang mencakup tiga aspek utama, yaitu ketepatan tajwid, makhraj huruf, dan kelancaran bacaan.

Hasil asesmen menunjukkan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 67,05, dengan rata-rata tajwid 68,15, makhraj 68,15, dan kelancaran bacaan 64,84. Berdasarkan klasifikasi kemampuan, sebanyak 16 mahasiswa (24,6%) berada pada kategori mahir atau advance, 29 mahasiswa (44,6%) pada kategori menengah atau intermediate, dan 20 mahasiswa (30,8%) pada kategori dasar atau basic. Temuan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar peserta masih memerlukan pendampingan untuk meningkatkan kualitas bacaan. Aspek kelancaran menjadi prioritas penguatan karena memperoleh nilai rata-rata terendah dibandingkan aspek lainnya.

Pelaksanaan placement test berlangsung lancar dan tertib serta menghasilkan pemetaan kemampuan yang menjadi dasar penyusunan pembinaan berjenjang. Tindak lanjut yang direncanakan meliputi tahsin dasar secara intensif bagi kategori basic, penguatan tajwid dan kelancaran bagi kategori intermediate, serta pengembangan tilawah dan pembinaan mentor sebaya bagi kategori advance. Pemetaan ini juga dapat menjadi dasar penyiapan pembinaan tahfidz sesuai kesiapan bacaan mahasiswa. Evaluasi berkala setiap semester direncanakan untuk memantau perkembangan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus mendukung pembinaan keagamaan yang berkelanjutan di IKTJ.